Minggu, 25 November 2012

Aplikasi Gelombang Elektromagnetik Dalam Kehidupan Sehari Hari

Dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik, manusia dapat melakukan pengiriman informasi jarak jauh. Guglielmo Marconi (1874 - 1937) pada tahun 1890-an menemukan dan mengembangkan telegraf tanpa kabel. Dengan alat ini, pesan dapat dikirim sejauh ratusan kilometer tanpa memerlukan kabel. Sinyal yang pertama hanya terdiri atas pulsa panjang dan pendek yang dapat diterjemahkan menjadi kata-kata melalui kode, seperti “(.)” dan “(-)” dalam kode Morse.
Dekade berikutnya dikembangkan tabung vakum, sehingga tercipta radio dan televisi. Informasi suara (audio) diubah menjadi sinyal listrik dengan frekuensi sama oleh mikrofon atau head tape recorder. Sinyal listrik ini dinamakan sinyal frekuensi audio (AF), karena frekuensi berada di dalam interval audio ( 20 Hz - 20.000 Hz). Sinyal ini diperkuat secara elektronis, kemudian dicampur dengan sinyal frekuensi radio (RF) yang ditentukan oleh nilai L dan C dalam rangkaian resonansi RLC, dan dipilih sedemikian rupa hingga menghasilkan frekuensi khas dari setiap stasiun, dinamakan frekuensi pembawa (carrier). Proses pengiriman (kata-kata atau suara) oleh stasiun radio ditunjukkan pada gambar berikut:
 
 
Perhatikan gambar proses modulasi di bawah! Pencampuran frekuensi audio dan pembawa dilakukan dengan dua cara, yaitu modulasi amplitudo dan modulasi frekuensi. Pada modulasi amplitudo (AM), amplitudo gelombang pembawa yang frekuensinya lebih tinggi dibuat bervariasi mengikuti sinyal audio (gambar (a)). Sementara itu, modulasi frekuensi (FM), frekuensi gelombang pembawa diubah-ubah mengikuti sinyal audio (gambar (b)). Pemancar televisi, bekerja dengan cara yang sama dengan pemancar radio dengan menggunakan modulasi frekuensi (FM), tapi yang dicampur dengan frekuensi pembawa adalah sinyal audio dan video.
 
 
Siaran Radio
Berikut adalah proses yang terjadi sehingga siaran radio dapat kita dengar.
Ketika seorang penyiar radio sedang mengudara, mula-mula mikrofon menangkap getaran udara yang dibangkitkan oleh gelombang suaranya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Sinyal tersebut merupakan arus bolak balik yang getarannya bersesuaian dengan suara penyiar. Sinyal suara dikirim ke alat pemancar dengan sebelumnya dibaurkan terlebih dahulu dengan gelombang pembawa. Gelombang pembawa bergetar sebanyak ribuan atau bahkan jutaan kali per detik. Setelah dibaurkan, terbentuklah gelombang radio yang oleh antena pemancar dapat disiarkan kemana-mana. Pesawat radio penerima yang menala frekuensi stasiun pemancar tertentu akan mengambil gelombang siaran dan mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik. Seterusnya, penguat akan memperbesar kekuatan sinyal sehingga membuat pengeras suara dari pesawat radio melepas gelombang suara yang dapat didengar. 
 

0 komentar:

Poskan Komentar